Mengalihkan ke Shopee…
Jika tidak otomatis, klik: Buka di Shopee
Tetapi pada kenyataannya masih banyak yang memiliki hutang dimana mana serta mengeluh kurangnya rezeki.
Namun tak sedikit yang tau kenapa pintu rezeki seret atau tertutup.
Ternyata beberapa kebiasaan yang dilakukan menjadi salah satu penyebab terhambatnya rezeki datang.
Ustadz Abdul Somad atau biasa dipanggil UAS menjelaskan beberapa hal yang dapat menyebabkan terhambatnya rezeki yang datang.
Mau tau sebenarnya apa yang menghambat dan menghalangi rezeki yang datang?
Dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Ngaji Asyik, Sabtu (14/1/2023), berikut penjelasan lengkap dari Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad mengungkapkan bahwa Allah telah menetapkan rezeki bagi para manusia.
Tak hanya itu saja, ia juga menuturkan bahwa Allah tidak merubah rezeki tetapi manusia sendiri yang merubahnya.
“Allah tidak merubah rezeki itu, lalu siapa yang merubahnya? Kita yang merubah karena perbuatan maksiat,” kata Ustadz Abdul Somad.
Ayat dalam Alquran menjelaskan bahwa ‘kalaulah penduduk suatu negeri itu beriman, takut kepada Allah, kami bukakan barokat dari langit dari bumi manakala mereka dustakan ayat kami, manakala mereka sunyikan masjid kami, manakala mereka biarkan anak-anak yatim kami, kami cabut barokah’
Lantas apa yang menyebabkan Allah mencabut rezeki yang diberikan kepada manusia?
Menurut Ustadz Abdul Somad karena banyak manusia yang membiarkan anak yatim hidup susah terlantar, membiarkan saudara-saudara seiman bila sedang dalam kesusahan.
Tak hanya itu saja, salah satu penyebab pintu rezeki ditutup oleh Allah SWT dikarenakan manusia banyak membiarkan masjid, masjid dibuat kosong tidak ada orang beribadah di dalamnya.
Padahal Allah SWT akan senantiasa menolong hambanya, selama hamba itu mau menolong sesama saudaranya.
Engkau sanggup membeli kereta yang mewah, sanggup membeli rumah yang besar sementara anak fakir miskin tak makan,” jelas Ustadz Abdul Somad.
“Kamu tidak beriman kata Nabi, sampai kau sayang kepada saudaramu seiman sampai sayang seperti pada diri sendiri,” lanjutnya.***
Diketahui, Ferry Irawan pernah menikah dengan Noviyana Shintawati pada 2001 dan bercerai pada 2009. Ferry kemudian menikah dengan Anggia Novita pada 2009, namun memutuskan berpisah pada 2021.
Venna mengatakan, mantan istri Ferry yang memperingatkannya tentang perilaku kasar Ferry adalah Anggia Novita.
"Kalau pengakuan istri yang terakhir, Mbak Anggia, sempat memberitahu saya sebelum saya menikah," kata Venna Melinda dikutip dari YouTube Tribun Jatim Official, Kamis (12/1/2023).
Venna mengatakan, Anggia pernah bercerita saat-saat mendapat perlakuan kasar dari Ferry ketika masih menjadi istrinya.
Hal itu juga pernah dibicarakan Anggia beberapa waktu lalu di konten YouTube yang kini ramai kembali.
"Mungkin bisa dilihat dari beberapa tayangan, bahwa dia berperilaku kasar, secara verbal, membanting-banting barang," ungkapnya.
Meski telah diperingatkan, ibu Verrel Bramasta dan Athalla Naufal itu mengaku tak terlalu menggubris perkataan Anggia saat itu. Alasannya, Venna mencintai Ferry apa adanya.
"Tapi saya tidak pernah menggubris karena saya merasa saya mencintai Ferry, apa adanya dia," ungkapnya.
Venna sama sekali tidak pernah menyangka Ferry bisa melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadapnya.
Padahal, lanjut mantan politikus itu, selama ini dirinya sudah menutup mata dari semua pemberitaan buruk tentang suaminya karena percaya Ferry telah berubah.
Tidak pernah menyangka, karena jujur, saya melihat Ferry adalah dari hijrahnya dia. Jadi saya pikir masa lalu tidaklah menjadikan saya mundur, meskipun pemberitaannya jelek," ucap Venna.
Kini, dirinya mengaku sudah telanjur kecewa, karena apa yang diharapkan justru berbanding terbalik. Namun, ia tak menyesali keputusannya pernah memercayai Ferry Irawan.
Venna mengucap syukur lantaran Tuhan masih melindunginya. Karena itulah, kini ia yakin untuk bercerai dari Ferry Irawan.
"Saya yakin, kalau dia memang benar-benar berhijrah, pada saat saya berdarah-darah, mestinya dia tidak pernah menghalang-halangi saya untuk saya meminta bantuan," ujar Venna Melinda.
Secara umum, zina bukan hanya di saat manusia telah melakukan hubungan seksual, tetapi segala aktivitas-aktivitas seksual yang dapat merusak kehormatan manusia termasuk dikategorikan zina.
Allah lelah berfirman di dalam Surat Al-Israa ayat 32 berikut ini:
"Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk."
Lihat apa yang tertulis di atas, mendekati aktivitas perzinaan saja sudah terlarang, maka tak salah jika perbuatannya menjadi sesuatu yang Allah katakan keji dan sangat buruk.
Di dalam video rekaman di akun Youtube Hadrunnabi yang dikutip oleh Bondowosonetwork, Gus Baha menjelaskan dan memberikan nasihat untuk para pezina.
Menurut Gus Baha, di zaman Nabi Muhammad SAW masih hidup, ada seseorang yang meminta sebuah syarat untuknya agar dapat memeluk agama Islam.
Orang tersebut sangat tampan dan memiliki hobi berzina sehingga ketika diceritakan bahwa itu adalah tindakan terlarang di dalam agama Islam, ia coba “bernegosiasi” dengan Rasulullah.
Nabi mendengar keributan saat orang tersebut datang dan kemudian mempersilahkannya untuk masuk menemuinya agar tidak lagi berdebat dengan para sahabatnya.
Ini juga merupakan sebuah bukti bahwa Nabi Muhammad tidak gampang mengancam neraka kepada mereka yang belum memahami ajaran Islam.
Maka terjadilah dialog di antara Nabi Muhammad dengan si pezina tersebut yang menjelaskan siapa dirinya serta keinginannya masuk Islam namun dengan syarat diperbolehkan berzina.
Menurutnya ajaran Islam itu sangat logis dan rasional sehingga membuatnya tertarik, hanya permasalahan Zina ini yang belum bisa diterimanya.
Namun dengan sabar Rasulullah menjelaskan dengan penuturan yang lembut dan sesuai dengan pemahaman logis dari si pezina tersebut.
Si Pezina mengatakan bahwa dirinya tidak bisa hidup tanpa zina dan jika ia diperbolehkan tetap melakukannya makan dengan suka rela ia akan memeluk Islam.
“Apa kamu senang jika ada orang yang melakukan itu kepada ibumu?”tanya Rasulullah
“Saya akan bunuh orang itu, ya Rasulullah!”ujarnya gusar dan penuh emosi.
“Bagaimana jika itu terjadi pula dengan anak perempuanmu?”tanya Rasulullah lagi.
Saya akan bunuh orang itu, ya Rasulullah!”jawabnya sama.
Dan Rasulullah terus bertanya jika semua itu terjadi kepada perempuan-perempuan yang ada di dekat si Pezina dan jawabannya selalu sama, ia sangat ingin membunuhnya.
Hal itu kemudian membuat si Pezina menyadari sesuatu dan dengan sendirinya menyatakan masuk Islam secara spontan serta tanpa syarat
Rasulullah menyampaikan larangan zina dengan hal yang paling mudah, yakni bagaimana jika hal itu terjadi kepada orang dan keluarga terdekat kita.
Siapa yang mau dan ikhlas keluarganya diperlakukan seperti itu oleh orang yang tak bertanggung-jawab?
Semantara di adalam ajaran Islam solusi dari zina sudah ada, salah satunya yang terpenting adalah dengan jalan pernikahan.***