Awalan

Selasa, 29 November 2022

Viral Video Kakek Penjual Sayur Sedekah ke Masjid Bikin Netizen Salut

 


Jangan menunda-nunda berbuat baik, termasuk bersedekah. Tidak perlu menunggu kaya untuk mengeluarkan harta guna bersedekah maupun berinfak.

Kakek penjual sayur keliling dalam video yang diunggah akun Instagram @statusfakta berikut ini hendaknya bisa menjadi pelajaran bagi kita semua. Meski hidup pas-pasan, sang kakek tak segan menginfakkan uangnya ke kotak amal masjid.

Dalam video itu, sang kakek terlihat berdagang sayur-mayur dengan menggunakan dua buah keranjang yang dipikul. Hari itu, kakek pedagang itu tampaknya mendapat rezeki lumayan. Sayur singkong di keranjang pikulnya diborong pelanggan.

Uang hasil penjualan sayur dipakai membeli beras di warung. Namun sayang uang itu tidak cukup untuk membeli beras. 

Beruntung ada orang yang diam-diam merekam si kakek sejak awal dan berniat membantunya membayar kekurangan belanjaan tersebut.

Video itu pun sontak mencuri perhatian netizen. Mereka mangaku salut dengan aksi si kakek yang masih mau menyisihkan uangnya untuk bersedekah meskipun sebenarnya uang tersebut belum cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

Unggahan tersebut menuai banyak reaksi positif dari netizen, bahkan telah mendapat lebih dari 1.000 likes.

Berkah Selalu Sepanjang Hidup kakek ini, Sedekah pangkal kaya dunia akhirat," kata akun dw_hass.

 " Itu namanya mata rantai kebaikan," tulis akun mad_arukan.

" Orang kaya yg sesungguhnya," sahut akun annamimayoshi.

Selama ini di sebagian mal banyak ditemukan permainan arcade atau yang disebut dengan dingdong yang memberikan bonus berupa tiket kepada pemain.

Tiket tersebut bisa ditukarkan dengan berbagai hadiah yang menarik. Sayangnya, untuk menebus hadiah, pemain harus mengumpulkan tiket hingga ratusan ribu lembar.

Semakin besar nilai hadiah yang diinginkan, semakin banyak pula tiket yang harus dikumpulkan pemain untuk menebusnya.

Maka tidak heran kalau banyak pemain dingdong berusaha mengumpulkan tiket sebanyak-banyaknya. Salah satunya kakek pemain dingdong berikut ini.

Akun Instagram @statusfakta membagikan aktivitas kakek pemain dingdong yang akrab disapa dengan panggilan Abah.

Dalam video yang aslinya diunggah di TikTok itu, tampak Abah sangat akrab dengan permainan dingdong sebuah mal di Garut, Jawa Barat 

Abah bukan kakek pemain dingdong sembarangan. Pengunjung mal sampai salfok dengan banyaknya tiket yang diperoleh Abah selama bermain dingdong saat itu.

" Aku samperin karna salfok si abah banyak banget dapet tikenya," tulis pengunggah video.

Tampak dalam video berdurasi 49 detik itu, lembaran tiket berwarna merah berserakan di lantai mal.

Bahkan di salah satu permainan, Abah seolah sedang menguras tiket. Di permainan itu, tinggal 2.300 tiket yang belum keluar.

Jago banget mainnya. 1x bonus = 500 tiket. Abah suka main ke sini (mal) tiap Sabtu/Minggu kalau lagi gak ada kerjaan," tambah pengunggah video 

Menariknya, Abah sempat memamerkan sebuah tas hitam yang ternyata berisi ratusan ribu tiket yang berhasil dikumpulkan dari permainan tersebut 

Pria berusia 64 tahun tersebut mengumpulkan banyak tiket karena ada tujuannya. Dia ingin menukarkan tiket dengan hadiah kendang 

Abah ingin menukarkan tiket yang diperoleh selama ini dengan sebuah kendang karena dulu kuliah jurusan musik 

Abah mengaku sudah mengumpulkan 200 ribu tiket di rumahnya. Jadi saat ini Abah berusaha mengumpulkan sisanya agar bisa ditukar dengan kendang.

Di akhir video, pengunggah mendapat kejutan dari Abah. Anak dari pengunggah video mendapat hadiah boneka seharga 1000 tiket dari Abah.

Abah bahkan menyuruh pengunggah video untuk menghabiskan 5000 tiket sebagai hadiah buat anaknya yang masih kecil.

Video kakek mahir main dingdong buat mengumpulkan tiket ini pun viral dan menuai beragam komentar netizen.

Ada yang menyebut kalau kakek pemain dingdong ini mungkin adalah dewanya dingdong di masanya.





Keistimewaan Sholawat KH Mahrus Aly Lirboyo, Bangun Rumah Cuma Berbekal 750 Ribu

 


Dikisahkan oleh Kiai Ahmad Mustofa Bisri tentang kesitimewaan sholawat Kiai Mahrus ALi Lirboyo.

Gus Mus bercerita sebelum menimba Ilmu di Lirboyo, Kiai Mahrus pernah mondok di Kasingan, Rembang, untuk berguru kepada Kiai kholil, dilansir dari @hijrahloverz.

Bahkan saat Kiai Mahrus itu putra-putranya sudah jadi kiai semua, beliau tetap saja masih suka mondok kemana-mana. Beliau lama sekali mondok di Kasingan.

Gus Mus mengatakan jika Ia belum bisa berkunjung kesana, biasanya Kiai Mahrus yang datang kesini (Rembang). Sebab bagi beliau, Rembang adalah almamaternya 

Ketika berkunjung ke Rembang mesti ke tempat ayah" ujar Gus Mus.

Hal itu dikarenakan Mbah Mahrus sudah kenal sejak di Kasingan. Jadi erat sekali hubungan Kiai Mahrus dengan keluarga Gus Mus.

Gus Mus bercerita bahwa telah banyak diberi Ijazah oleh Mbah Mahrus Aly Liroboyo.

"Sebenarnya saya banyak diberi ijazah oleh beliau, tapi yang sanggup saya amalkan cuma shalawatnya saja, karena ijazah selain itu saya anggap sulit, sebab ditambah ada puasanya segala", Ujar Gus Mus sambil Tertawa.

Kemudian Gus Mus menceritakan hal menarik tentang keistimewaan sholawat yang didapatkan dari Kiai Mahrus Aly tersebut.

Dan yang lebih menarik lagi bagi saya adalah keistimewaan shalawatnya. Pada suatu hari, ketika saya sowan kepada beliau, saya melihat ada bangunan yang berbeda dari sebelumnya" terang Gus Mus.

Gus Mus pun menjadi heran karena beliau biasanya ketika membangun rumah cepat sekali. Kemudian bertanya kepada Mbah Mahrus Aly.

Ini sebulan yang lalu belum ada, sekarang kok sudah ada Kiai?” ujar Gus Mus.

Oh… itu Cuma tujuh ratus lima puluh”. Jawab Mbah Mahrus dengan ringan.

Mendengar jawaban beliau seperti itu, Gus Mus menjadi penasaran, lalu saya perjelas lagi pertanyaannya.

750000 rupiah?”, tanya Gus Mus penasaran.

"Pembangunan yang baru selesai itu berbekal 750.000 bacaan shalawat", jawab Kiai Mahrus 

Jadi keistimewaan shalawat Kiai Mahrus itu bisa dibaca terus meskipun sambil berbicara. Ketika beliau diam, mulutnya selalu bergerak-gerak melantunkan shalawat.

Ketika sedang mendengarkan orang lain, beliau juga membaca shalawat. Bisa dikatakan meski sambil berbincang-bincang misalkan, beliau selalu bisa bershalawat. Itulah luar biasanya shalawat beliau.***



Air Mata Mulyadi Menetes Ceritakan Detik-detik Tertimbun Longsor akibat Gempa Cianjur: Saya Hanya Bisa Berzikir, Pasrah...


 Gempa Cianjur yang terjadi pada Senin (21/11/2022) menyisakan memori tak terlupakan bagi Muhammad Mulyadi (37).

Warga Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, ini merupakan salah satu korban gempa Cianjur. Mulyadi selamat dari bencana tanah longsor di daerah Cijedil, Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur.

Tanah longsor itu diduga merupakan dampak gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang terjadi pukul 13.21 WIB.

Sambil menitikkan air mata, Mulyadi menceritakan detik-detik terjadinya tanah longsor di Cijedil.

Siang itu, Mulyadi sedang bekerja di tokonya yang berdekatan dengan lokasi longsor.

"Kejadiannya begitu cepat, saat itu saya habis shalat, lalu sekitar empat detik dari gempa, tanah langsung longsor," ujarnya, Sabtu (26/11/2022), dikutip dari Tribun Jabar.

"Saya juga baru lari tiga langkah, tanah langsung menimpa saya semua," ucapnya.

Bapak dari tiga anak ini mengatakan, sewaktu tertimbun, ia dalam posisi tengkurap. Badannya sakit karena tertimpa bangunan.

"Saya sudah pasrah, napas pun sudah habis, bahkan penglihatan sudah kabur," tuturnya 

Mulyadi pun hanya bisa berzikir. Ia mengaku sudah ikhlas bila harus meninggal saat itu.

"Saya hanya bisa berzikir, dan sudah ikhlas kalau hidup saya akan berakhir saat itu," terangnya.

Namun, di sisi lain, Mulyadi ingin tetap sadar karena teringat anak-anaknya yang masih kecil 

Meski demikian, Mulyadi akhirnya tak sadarkan diri. Ketika terbangun, dia sudah berada di rumah sakit.

Akibat kejadian tersebut, badan Mulyadi terluka. Tangan kirinya digips. Jalannya pun tertatih-tatih.

Walaupun badannya sakit dan masih trauma, Mulyadi mencoba memperbaiki tokonya yang terdampak gempa Cianjur.

"Iya sekarang saya hanya bisa menutupi lubang di tokonya, soalnya masa seperti ini takutnya barang-barang di toko dijarah," jelasnya.

Sebagai penyintas gempa Cianjur, Mulyadi pun tak lupa mengucap syukur.

Saya bersyukur masih bisa diberi keselamatan, dan alhamdulillahnya semua keluarga sehat. Dan sekarang keluarga ngungsi ke sodara saya di Cipanas," tandasnya.




Teuku Wisnu Kabarkan Seorang Hafiz Asal Turki Meninggal saat Baca Alquran

 


Teuku Wisnu mengumumkan kabar duka tentang meninggalnya seseorang bernama Haji Ali Safik di Instagram pada beberapa jam lalu. Wisnu menyebut Haji Ali Safik sebagai seorang hafiz atau penghapal Alquran asal Turki.

“Inna Lillahi wa inna Ilaihi roji’un. Allahummaghfirlahu warhamhu waafihi wafuanhu. Haji Ali Safik Rahimahullah, beliau adalah seorang hafizh dan juga pengajar Alquran di Turki. Atas izin Allah melalui perantara beliau ada ratusan orang menjadi penghafal Alquran,” tulis Teuku Wisnu di caption foto.  Lelaki asal Aceh itu juga menceritakan bagaimana Haji Ali Safik meninggal. Wisnu bilang Haji Ali pergi ke pangkuan Ilahi saat membaca Alquran.

Foto yang diunggah juga menggambarkan seorang laki-laki paruh baya yang sudah tak sadarkan diri. Wajahnya menempel di atas Alquran.

Baru saja di bulan ramadhan yang mulai ini beliau menghembuskan nafas terakhirnya saat membaca Alquran dengan wajah tertelungkup di atas mushaf. Allahu Akbar, sungguh kematian yang indah,” sambungnya.

“Semoga Allah merahmati beliau dan menerima segala amalan shalihnya,” tulis Teuku Wisnu di akhir caption.

Beberapa warganet, termasuk orang-orang terdekat langsung membanjiri kolom komentar Teuku Wisnu. Mereka yang berkomentar berharap bisa meninggal seperti Haji Ali Safik.

Ya Allah mau begini,” tulis Shireen Sungkar, istri Teuku Wisnu.

“Innalilahi wa innaa ilahi rojiun. Bismilah semoga kita meninggal dalam keasaan baik. Thx u Nu infonya. Masya Allah,” tulis Laudya Cynthia Bella.

Tidak hanya mereka berdua Armand Maulana, Zee zee Shahab, Tommy Kurniawan, dan Cupink Topan juga memberi ucapan duka cita di kolom komentar Teuku Wisnu. []

Puluhan Tahun Dikubur, Jasad Penghafal Alquran di Depok Masih Utuh


 Pemindahan ratusan jasad di TPU Kumpi Saribah Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo masih terus berlangung. Itu dilakukan imbas dari proyek pembangunan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari).

Pada proses pengerjaan penggalian makam di hari keempat, sejumlah penggali kubur dan warga sempat dibuat heboh lantaran beberapa mayat yang ditemukan masih dalam kondisi utuh, walaupun telah dikubur selama puluhan tahun.

Koordinator pekerja lapangan Nian Darmawan, 57, menuturkan, terdapat dua jasad masih utuh ketika digali. “Ada beberapa yang utuh, tapi yang paling kita ingat ada dua,” kata Nian seperti dikutip dari Radar Depok (Jawa Pos Group), Rabu (19/9).

Kedua jasad itu adalah almarhumah Mak Anih dan almarhum Syamsudin. Semasa hidup, keduanya memang dikenal sebagai pribadi yang saleh dan baik dengan warga sekitar. Mak Anih, kata Nian, telah dimakamkan sejak 42 tahun silam.

“Mak Anih luar biasa dah. Dulunya almarhumah ini guru ngaji rumahan, orang sini bilangnya guru ngaji lekar. Tapi dia enggak ngarti huruf cuma hafal Alquran. Orang dulu nyebutnya ngaji kuping karena hapalan,” tutur Nian.

Nian melanjutkan, ngaji dengan metode menghafal dilakukan karena sebagian besar pada zaman dulu warga tidak kenal huruf. “Iya orang dulu ngajinya hapalan, ingat dan hapal. Makanya dulu disebut ngaji kuping karena hapal,” ujar Nian.

Sedangkan almarhum Syamsudin, kata Nian, adalah sosok bersahaja dan tidak perah neko-neko. Syamsudin meninggal 27 tahun silam akibat kecelakaan. “Di sini semua pekamanan muslim, karena emang khusus muslim. Dari saya kecil di sini sudah jadi makam,” tandasnya.

Lebih lanjut Nian mengatakan, tercatat ada sebanyak lebih dari 525 makam yang bakal dipindahkan. Dan ada 165 makam yang telah dibongkar sejak empat hari lalu. Jumlah ini sekaligus mengklarifikasi pernyataan camat setempat yang sebelumnya mengatakan telah memindahkan 400 jasad dalam waktu dua hari terakhir.

“Nanti jasad-jasad ini kita pindahin ke sisi sebelah kanan yang tidak terkena jalur tol. Ini semua sudah kita siapin dari mulai batu nisan sampai tempatnya. Untuk area lahan yang baru ini, pihaknya menyediakan lahan makam seluas 2.413 meter. Semua proses kita lakukan sesuai syariat Islam dan disaksikan oleh pihak ahli waris,” katanya.

Menurutnya, jenazah dimandikan terlebih dahulu lalu dikafani, dan disalatkan. Baru setelah itu dimakamkan di tempat pemindahan. Meski jumlah makam yang dipindahkan jumlahnya cukup banyak. Namun, dia bersyukur lantaran proses pemindahan makam dapat berjalan lancar dan tidak ada kendala.

“Alhamdulillah prosesi pemindahan makam berjalan lancar dan tidak ada kendala. Semoga kondisi seperti ini dapat terjaga hingga semua makam rampung dipindahkan ” imbuhnya.

Dia menambahkan, untuk memudahkan ahli waris melakukan ziarah, pihaknya melakukan pemindahan dilokasi yang tidak jauh dari tempat makam sebelumnya, dan pelaksanaan pemindahan disaksikan oleh keluarga ahli kubur.

“Semua perwakilan ahli kubur diundang untuk menyaksikan pemindahan makam jadi tidak ada masalah sama sekali,” tutup Nian.

Bagaimana Nasab Anak yang Lahir di Luar Pernikahan Sah? Gus Baha Murid Mbah Moen Bilang Begini

 


Melangsungkan pernikahan merupakan salah satu sunnah Rasulullah SAW yang merupakan ibadah seumur hidup.

Namun, banyak di luar sana yang tidak mengamalkan ajaran islam sehingga marak kasus perzinahan yang mengakibatkan hamil di luar nikah.

Padahal, islam mengajarkan agar menghindari zina karena merupakan hal yang sangat dibenci oleh Allah SWT dan termasuk dosa besar.

Lalu yang menjadi problematika yaitu nasab dari anak yang lahir di luar pernikahan sah, apakah sama nasabnya dengan anak yang lahir dari pernikahan sah ataupun berbeda.

Perlu diketahui, nasab adalah keturunan atau kerabat berdasarkan hubungan darah melalui pernikahan yang sah.

Murid ulama kharismatik, alm. Mbah Moen yaitu KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau biasa dipanggil Gus Baha memberikan penjelasan mengenai nasab anak yang lahir di luar pernikahan sah.

Menurut Gus Baha, sudah banyak kejadian di masyarakat karena hamil baru kemudian menikah.

Saya pasti pesan, taubatmu diterima Allah karena sudah menikah,” kata murid Mbah Moen dalam video akun YouTube el Yeka yang dikutip oleh AyoJakarta.com Selasa (29/11/2022).

Menurutnya, hal tersebut harus didukung karena dengan menikah maka akan terhindar dari zina, karena apabila mereka tetap berhubungan malah akan terjadi zina.

Tetapi anak mereka ini tidak boleh diwalikan bapaknya,” terangnya 

Pria yang akrab dipanggil Gus Baha ini kemudian menceritakan pernah menikahkan anak yang lahir di luar pernikahan yang sah.

Pernikahan tersebut tidak diperbolehkan oleh penghulu bila bapak kandungnya yang menjadi wali, sehingga yang menjadi wali adalah wali hakim, tambahnya.

Karena nasab yang diakui syariat itu hanya yang melalui akad yang sah.

Jadi kalau kasusnya seperti itu misalkan anak yang lahir putri, tetap boleh memanggil bapak karena memang bapak secara gen, tetapi menurut syariat, jika nanti menikah walinya hakim,” imbuhnya.

Tetapi yang menjadi prahara yaitu persoalan adopsi anak, sehingga agama membatalkan hal tersebut.

Anak yang lahir di luar pernikahan dan kemudian diadopsi tetap boleh diberikan kasih sayang yang semestinya, tetapi perlu diingat apabila anak tersebut menikah orang tua angkat tetap tidak boleh menjadi walinya.

Sebagaimana ulama NU ini memberikan contoh Rasulullah yang mengangkat anak bernama Usamah diberikan kasih sayang, tetapi ketika menikahkan Usamah nasabnya tetap Usamah bin Zaid bin Haritsah.

Agama tidak hanya berbicara tentang sistem sosial tetapi juga memikirkan bagaimana kelanjutan nasab seperti apa. Bilamana menikah dengan mahramnya akan seperti apa.

“Kemudian yang perlu diketahui, yang paling ngeri apabila terjadi adopsi tidak jelas contohnya karena miskin sebut saja Rukhin,” kata Gus Baha dalam ceramahnya.

Anak Rukhin perempuan ditelantarkan dan diadopsi oleh orang yang tinggal di suatu daerah misalnya Banyumas.

Kebetulan Rukhin juga memiliki anak laki-laki yang akan menikah dengan orang Banyumas, tetapi ia ingat betul bahwa anaknya perempuan ia tinggalkan di Banyumas tetapi tidak tahu siapa.

Ada ulama yang mengatakan jika jumlah perempuan masih bisa dihitung di kawasan itu, maka semua perempuan di kawasan tersebut haram dinikahi,” ungkap Gus Baha.

Karena khawatir yang dinikahi merupakan saudara kandungnya,” imbuhnya.

Tapi sekarang kehidupan sudah lebih modern, sehingga memiliki banyak pertimbangan untuk kasus seperti di atas.

Maka dari itu, murid Mbah Moen ini tetap menghimbau agar tahu kabar anaknya terutama bagi yang nasib rumah tangganya sudah berpisah.*


Doa Nabi Daud Untuk Meluluhkan Hati Seseorang Yang Sekeras Besi

 


Berurusan dengan seseorang yang berwatak keras tentu membuat kesulitan. Doa Nabi Daud untuk meluluhkan atau melembutkan hati seseorang ini bisa dibaca.

Terkadang hati manusia bisa sekeras batu. Salah satu yang bisa dilakukan untuk menyentuh hati mereka adalah dengan membaca doa Nabi Daud.

Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran surat As-Saba ayat 10, bagaimana Nabi Daud diberi mukjizat oleh Allah. Nabi Daud mampu melunakkan besi agar bisa membuat baju untuk berperang.


وَلَقَدْ اٰتَيْنَا دَاوٗدَ مِنَّا فَضْلًاۗ يٰجِبَالُ اَوِّبِيْ مَعَهٗ وَالطَّيْرَ ۚوَاَلَنَّا لَهُ الْحَدِيْدَۙ

Walaqod aataynaa dauuda minnaa fadhlaa, yaajibaalu awwabii ma a'hu wattoyiro, waalannaa lahulhadiid

Artinya :

Dan sungguh, Telah Kami berikan kepada Dawud karunia dari Kami. (Kami berfirman), "Wahai gunung-gunung dan burung-burung! Bertasbihlah berulang-ulang bersama Dawud," dan Kami telah melunakkan besi untuknya.

Hikmah dari mukjizat tersebut yaitu harapannya kita juga bisa melunakkan hati seseorang yang sekeras besi. Jika kamu merasa kesulitan untuk melunakkan seseorang yang keras dan teguh pemikirannya, bisa membaca doa Nabi Daud di bawah ini.
Berikut Ini Doa Nabi Daud untuk Meluluhkan Hati :
اللَّهُمَّ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْكَبِيْرُ وَأَنَا عَبْدُكَ الضَّعِيْفُ الذَّلِيْلُ الَّذِيْ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِكَ، اللَّهُمَّ سَخِّرْ لِيْ كَمَا سَخَّرْتَ فِرْعَوْنَ لِمُوْسَى وَلَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ كَمَا لَيَّنْتَ الْحَدِيْدَ لِدَاوُدَ فَإِنَّهُ لَا يَنْطِقُ إِلَّا بِإِذْنِكَ نَاصِيَتُهُ فِيْ قَبْضَتِكَ وَقَلْبُهُ فِيْ يَدِكَ جَلَّ ثَناَءُ وَجْهِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allaahumma innaka antal azizul kabir. Wa anaa abduka adhdhoiifudzdzaliil. Alladzii laa haula wa laa quwwata illaa bika. Allaahumma sakhkhir lii (sebut nama orang dimaksud) kama sakhkhorta firauna li musa. Wa layyin li qolbahuu kama layyantalhadiida li dawuda. Fa innahu la yantiqu illa bi idznika. Nashiyatuhuu fii qobdhatika. Wa qolbuhuu fi yadiKka. Jalla tsanau wajhik. ya arkhamar rakhimiin.

Artinya :

Ya Allah, sungguh Engkau Maha Mulia Maha Besar. Sementara aku hamba-Mu yang sangat hina dina. Tiada upaya dan kekuatan kecuali karena Engkau. Ya Allah, tundukkanlah (sebut nama orang yang dimaksud) padaku, sebagaimana Engkau telah menundukkan Fir'aun pada Musa a.s. Dan luluhkan hatinya untukku, sebagaimana Engkau telah meluluhkan besi untuk Daud a.s. karena sungguh dia takkan berbicara kecuali dengan izin-Mu. Ubun-ubunnya dalam genggaman-Mu, dan hatinya di tangan-Mu. Pujian wajah-Mu telah Agung, wahai yang lebih sayang para penyayang.

Doa Nabi Daud Allahumma Laiyinli :
اَللَّهُمَّ لَيِّنْ لِيْ قَلْبَهُ لَيِّنْتَ لِدَاوُدَالْحَدِيْد

Allahumma laiyinli qalbahu, laiyinta li Daudal hadid

Artinya: "Ya Allah, lembutkanlah hatinya sebagaimana Engkau melembutkan Daud (akan) besi."

Demikianlah doa Nabi Daud untuk meluluhkan hati seseorang yang bisa dilafalkan. Semoga bermanfaat


Senin, 28 November 2022

Ijazah Mbah Moen Agar Pekerjaan Lancar dan Rezeki Berkah, Para Pekerja Wajib Tahu Hal Ini!

 


Ijazah KH Maimun Zubair atau akrab disapa Mbah Moen hingga kini masih sering didengar oleh jemaah.

Berkat ilmu agamanya yang tinggi, banyak umat muslim yang menghormati Mbah Moen sebagai salah satu tokoh Islami.

Mendiang Mbah Moen mengungkap ada beberapa amalan yang dapat membuat pekerjaan lancar dan rezeki berkah.

Meskipun telah meninggal dunia tiga tahun silam, Mbah Moen mewariskan lima kunci sebagai amalan agar diberikan kelancaran pekerjaan yang rezeki dan berkah.

Lima amalan ini dipercaya dapat menjadi kunci agar umat Islam senantiasa dilancarkan pekerjaan dan rezekinya.

Dikutip AyoJakarta.com dari channel YouTube Sederhana Saja pada Minggu (27/11/2022), Mbah Moen menganjurkan lima amalan berikut.

1. Jangan Mengurangi Kewajiban Utama 

Mbah Moen menyebut bahwa kewajiban sebagai umat muslim seperti salat, zakat dan sebagainya harus tetap didahulukan dibanding urusan pekerjaan.

“Jangan sampai pekerjaan menjadi lebih prioritas, daripada kewajiban seperti salat, zakat dan lain sebagainya,” tutur Mbah Moen.

Menurut Mbah Moen, salah satu kunci untuk mendapatkan rida Allah untuk kelancaran rezeki adalah tidak mengurangi kewajiban utama di atas kepentingan duniawi.

2. Jangan Sampai Menyakiti Orang Lain 

Sebagai manusia yang beriman dan taat agama, kita seharusnya tidak pernah menyakiti hati orang lain dalam urusan pekerjaan.

3. Bekerja untuk Melindungi Diri Sendiri dan Keluarga

Mbah Moen mengungkap bahwa kita harus bekerja untuk melindungi diri sendiri dan keluarga supaya terbebas dari pekerjaan meminta-minta.

Bekerja seharusnya tidak hanya untuk memperbanyak harta diri saja, melainkan juga mementingkan keluarga dan orang sekitar yang membutuhkan bantuan.

4. Jangan Memforsir Diri 

Kunci keempat menurut Mbah Moen adalah jangan sampai memforsir diri dalam bekerja keras karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan berkah.

Sebagai umat manusia yang beriman kita harus selalu mengutamakan keberkahan dalam setiap jalan agar pekerjaan dan rezeki selalu dilancarkan 

5. Jangan Meyakini Rezeki Datang dari Pekerjaan 

Mbah Moen meluruskan bahwa segala sumber rezeki adalah datangnya dari Allah dan pekerjaan hanyalah perantara.

Oleh karena itu, kita harus meyakini bahwa segala rezeki yang kita dapatkan bersumber dari Allah.

Demikian lima ijazah Mbah Moen sebagai amalan yang dapat menjadi kunci diberikan pekerjaan dan rezeki lancar. Semoga dapat diamalkan dengan rutin.***







Pasangan Lansia di Gowa Meninggal Selang Satu Jam, Sang Suami Sempat Tuntun Istri Ucap Syahadat

 


Minggu, 16 Agustus 2020 petang. Selepas magrib, napas Siti Saniah (64) mulai sesak di rumahnya, Kelurahan Katangka, Kecamatan Somba Opu, Gowa.

Suaminya, KH Muhammad Idrus Makkawaru (76), lalu menuntunnya mengucapkan dua kalimat syahadat. Usai itu, sang istri pun mengembuskan napas terakhir.

Sang istri pun disemayamkan di dalam kamar. Namun karena banyak pelayat, seusai Isya, sang suami akhirnya meminta jenazah istrinya dipindahkan ke ruang tengah.

Saat jenazah istri diangkat, butiran bening mengalir dari mata KH Muhammad Idrus. Setelah itu, KH Muhammad Idrus pun sesak. Sang kiai pun menyusul istri, mengembuskan napas terakhir.

Itu dituturkan anak tertua almarhum, Ahmad Mujahid (51). Menurut Mujahid, almarhum ayahnya meninggal dengan tenang.

Mujahid bilang, kedua orang tuanya memang mengidap penyakit jantung. Sang ayah kata Mujahid, adalah anggota Nahdlatul Ulama sejak muda. Bahkan pernah menjabat Ketua Tanfidziyah NU Kabupaten Bantaeng. Almarhum juga pernah menjabat Ketua Depag Bantaeng.

Jenazah keduanya dimakamkan di kampung halamannya di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Bupati Bantaeng, Ilham Azikin sempat melayat.

Jenazah almarhum dan istrinya sempat disalatkan di masjid tertua Bantaeng, Masjid Taqwa Tompong. Itu diungkap menantu almarhum, Saharullah.

KH Muhammad Idrus memang warga asli Bantaeng, Sulawesi Selatan. Masjid Tompong disebut sangat dekat dengan kediaman sang kiai di Kelurahan Letta, Bantaeng.

Di masjid itulah dulu sang kiai ceramah. Jemaahnya banyak dari Bantaeng dan Jeneponto. Jenazah suami istri itu dimakamkan usai salat Zuhur.

Jangan Ada Sabun dan Sampo Saat Mandi Junub, Gus Baha: Mandi Junub Banyak yang Salah

 


KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang kerap disapa Gus Baha membahas tentang mandi junub.

Gus Baha mengatakan bahwa dalam prakteknya, mandi junub atau mandi besar itu banyak yang salah.

Menurut Gus Baha sudah menjadi sebuah kebiasaan di masyarakat yang apabila mandi junub langsung menciduk air lalu langsung memakai sabun dan sampo.

Ternyata kata Gus Baha mandi junub seperti itu tidak boleh. Sabun dan sampo tersebut bisa merubah sifat air, sehingga dapat menyebabkan mandi junub tidak sah.

Syaratnya mandi atau wudhu itu jangan ada di tubuh sesuatu yang merubah air, misal sabun, sampo atau yang lainnya," ungkap Gus Baha seperti dilihat mantrasukabumi.com dari video di kanal youtube Santri Gayeng pada Jum'at, 3 Desember 2021.

"Makanya kayak orang mandi junub itu banyak yang salah, jadi 1 ciduk air lansung pakai sampo," sambungnya.

Pasalnya, jika saja dengan sabun atau sampo tersebut bercampur dengan air, lalu air menjadi berbau sampo, maka air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar.

"Berarti semua air ini tidak bisa menghilangkan hadats besar, karena posisi air yang ke seluruh tubuh berbau sampo," lanjut Gus Baha.

Tapi kalau kamu pakai sampo dulu, kalau rambutnya banyak, maka potensi air yang menyebar sudah menjadi mutagoyyir," jelas Gus Baha.

Namun, Gus Baha memberikan solusi, ia menjelaskan tata cara mandi junub yang benar agar dapat menghilangkan hadats besar.

Ketika waktu mandi junub dari kepala, ya sudah kepala itu awwalul gushli. Kalau kamu siram wajah dulu, ya wajah awwalul gushli," ujarnya.

Begitupun ketika orang mandi dada dulu, disiramkan di dada saat pertama kali, berarti dada itu disebut awwalul gushli.

Pokoknya yang setiap bersamaan niat, awwalul fardhi, faham ya?," kata Gus Baha.

Jadi bebas, semua bentuknya awal bebas, cuma apapun pilihan Anda, langsung dibersamai niat," lanjutnya.

Gus Baha menegaskan sesuatu yang tidak dibarengi dengan niat, maka hal tersebut tidak dihitung sebagai mulai fardhu.

"Misalnya ada orang junub, terus ada sisa-sisa mani langsung dia mandi junub disiram, kan air yang melewati mani tadi, potensinya menjadi mutaghoyyir (berubah) karena mani tadi," terang Gus Baha.

Sehingga jika air tersebut menjadi mutaghoyyir, maka air tersebut tidak memiliki kemampuan rof'ul janabah.

Makanya halangan-halangan ini harus dihilangkan, dan kotoran yang berpotensi merubah air harus kita hilangkan, termasuk adat memakai sampo itu hentikan ya, bahaya itu," tambah Gus Baha.

Jadi misalnya nawaitu raf'al hadtsil akbar terus kamu pakai sampo, resikonya tadi semua proses ini mutaghoyyir, karena berbau sampo," sambung Gus Baha.

Kecuali lanjut Gus Baha, jika Anda dapat memastikan sampo itu bersih, namun kemungkinan hal itu sangat kecil.

"Ya itu tadi buktinya, barangkali kamu menyangka mandi sudah selesai, begitu pakai handuk masih berbusa, lah masih berbusa kan bukti semua air tadi kita berbau sampo, berarti statusnya mutaghoyyir," jelasnya.

Karena itu Gus Baha berpesan untuk mandi junun tidak perlu memakai sabun atau sampo terlebih dahulu sampai selesai mandi junub, setelah itu baru bisa memakai sabun atau sampo itu.

Jadi nanti seumpama tidak bersih-bersih banget, sudah selesai," ucapnya.

"Ya jadi jangan sampai ada sesuatu yang seperti meniru apa, mutaghoyyir," tandas ulama ahli tafsir asal Rembang itu.***

Mau 100 Kali, 1000 Kali Sedekah Allah Tidak Akan Terima, Gus Baha: Penyebabnya Adalah 1 Perbuatan Ini


 Salah satu ibadah yang punya tempat istimewa dalam Islam adalah sedekah.

Namun kata Gus Baha dalam suatu ceramah, ada sedekah yang tidak akan Allah terima.

Gara-gara 1 perbuatan, maka sedekah sebanyak 100 kali, bahkan 1000 kali pun tidak akan diterima.

Lantas apakah 1 perbuatan yang dimaksud? Simak penjelasan lengkap Gus Baha dalam artikel ini.

Semua manusia sebenarnya saling terhubung dengan manusia lain. Karena itu, sedikit dari rezeki kita juga adalah milik orang lain.

Dalam Islam, sedekah kemudian menempati derajat istimewa sebagai sebuah ibadah.

Dengan memberi sedekah, maka harta benda atau uang yang kita punya pun akan menjadi berkah.

Tak mengejutkan kalau sedekah ini merupakan salah satu amalan yang paling disukai Allah.

Bahkan dengan sedekah, bukannya rezeki kita berkurang, tapi Allah akan perintahkan malaikat Mikail untuk melipatgandakan keran rezeki.

Oleh karena itu banyak pula yang mengatakan kalau sedekah adalah kunci pembuka pintu rezeki.  Namun ternyata ada sedekah yang malah tidak diterima Allah, dan keberkahan sedekah pun hilang.

Syaratnya sedekah diterima Allah itu ada satu, yang pasti diterima kalau kamu bisa melakukan,” ujar Gus Baha 

Kamu tidak merasa memberi orang itu, seperti butuhnya orang itu ke kamu. Jadi sama,” tegas kyai dari Rembang tersebut.

KH Ahmad Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha melarang kita untuk merasa otoriter.

Yang dimaksud Gus Baha tentu saja adalah perasaan sok berjasa karena bisa memberi sedekah kepada orang lain.

Jadi memberi sedekah dengan sedikit saja perasaan pamrih adalah hal yang sangat dilarang.

Ketika memberi sedekah agar merasa berjasa, agar bisa dihormati, maka sedekah itu justru tidak mendatangkan berkah.

Mau 100 kali, 1000 kali pun bersedekah, Allah tidak akan terima ibadah sedekah kita.


Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel